Senin, 14 Maret 2011

‘Kesusahan Ini tak Pernah Terbayangkan oleh Kami’

‘Kesusahan Ini tak Pernah Terbayangkan oleh Kami’
Seorang wanita mengais barang di tengah reruntuhan di Miyako, Perfektur Iwate.

REPUBLIKA.CO.ID,SENDAI-Kesusahan yang kini dialami tak pernah terbayangkan oleh masyarakat Jepang yang sebelumnya tak pernah ‘menderita’ sejak Perang Dunia II. Di banyak wilayah, tak ada air bersih, tak ada listrik, dan masyarakat harus mengantre empat hingga enam jam untuk mendapatkan BBM. Orang-orang melawan lapar dengan mie instan, sementara rumah, harta-benda, dan keluarga mereka hilang.

“Kami tak mengira ini bisa terjadi. Warga bertahan dengan air dan makanan yang sedikit. Bantuan tak ada yang datang,” kata Hajime Sato, seorang pejabat pemerintah di Perfektur Iwate, satu dari tiga perfektur terparah akibat bencana. “Kami terus meminta bantuan pemerintah, tapi pemerintah kewalahan,” katanya kepada AP. “Kami hanya mendapatkan sepuluh persen dari bantuan yang kami minta. Tapi kami mencoba bersabar.”

Ia mengatakan pemerintah setempat kehabisan kantong mayat dan peti mati. “Kami meminta semua rumah jenazah di seluruh Jepang untuk mengirimkan peti mati dan kantung mayat. Tapi, tetap saja kekurangan."

“Saya putus asa,” kata Hajime Watanabe (38), yang mengantre terdepan di sebuah SPBU yang tutup di Sendai. Seorang petugas penyelamat menghampirinya dan mengatakan jika pun SPBU dibuka, maka BBM hanya akan dialokasikan kepada tim penyelamat dan petugas pemerintah yang memilikii tugas vital.

“Saya tak pernah membayangkan kami akan berada dalam situasi ini,” kata Watanabe. “Saya punya kehidupan enak sebelumnya. Kini kami tak punya apa pun. Tak ada gas, tak ada listrik, tak ada air.”

Ia mengatakan dirinya dan keluarganya bertahan hanya dengan 60 botol air berukuran setengah liter yang sengaja disimpan untuk keadaan darurat seperti ini. “Kami berjalan dua jam untuk menemukan minimarket yang buka, dan harus mengantre untuk membeli mie ramen instan.”
sumber: http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/11/03/14/169228-kesusahan-ini-tak-pernah-terbayangkan-oleh-kami

Terdampar 2 Hari di Tengah Laut, Kakek Korban Tsunami Selamat

REPUBLIKA.CO.ID, SENDAI - Untunglah regu penyelamat jeli. Mereka menemukan seseorang melambaikan tangan -- ternyata seorang kakek berusia 60 tahun -- di tengah lautan di perairan Prefektur Fukushima.

Ia ditemukan mengambang di atas sepotong atap yang terhanyut di tengah lautan yang jaraknya 14,5 km lebih dari daratan. Hiromitsu Shinkawa, nama kakek itu, telah dua hari berada di tengah lautan, menempel pada puing-puing rumahnya yang terhanyut akibat gelombang tsunami.

Pejabat Departemen Kesehatan Jepang menyatakan Shinkawa tetap sadar dan dalam kondisi baik setelah penyelamatannya. Dia diterbangkan ke rumah sakit dengan helikopter.

Ia diselamatkan oleh sebuah kapal perusak Angkatan Laut Jepang yang melihatnya mengambang pada sepotong atap di perairan Prefektur Fukushima.

Semula, tim penyelamat pesimis bisa menemukan korban selamat dari desa Minamisoma yang telah hampir rata dengan tanah akibat hantaman tsunami. Mereka menduga, warga desa itu ada dalam bagian 10 ribu orang yang diperkirakan tewas dalam musibah itu.

"Saya melarikan diri setelah mengetahui bahwa tsunami akan datang," kata Shinkawa sesaat setelah diselamatkan, seperti dikutip Jiji Press "Tapi, ada sesuatu yang tertinggal dan saya kembali untuk mengambilnya. Ketika itulah tsunami datang dan saya hanyut. Saya diselamatkan ketika saya menggantung pada atap rumah saya yang terhanyut bersama saya."

Pemerintah telah mengatakan sedikitnya 1.800 orang diyakini telah meninggal dan polisi memperkirakan lebih dari 215 ribu orang kini hidup di penampungan.
sumber:http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/11/03/14/169233-terdampar-2-hari-di-tengah-laut-kakek-korban-tsunami-selamat

Diperkirakan 10.000 Orang Tewas

REPUBLIKA.CO.ID,SENDAI-Diperkirakan lebih dari 10.000 orang tewas akibat gempa bumi dan tsunami yang melanda Jepang. Sejauh ini lebih dari 1.800 orang telah dikonfirmasikan tewas -termasuk 200 jenazah yang ditemukan di laut pada ahad- dan lebih dari 1.400 hilang serta 1.900 lainnya terluka.

Namun, polisi di Perfektur Miyagi mengatakan di wilayahnya saja kemungkinan korban tewas mencapai 10.000. Miyagi, yang berpopulasi 2,3 juta, termasuk salah satu kawasan terparah.

Di kota Minamisanrikucho, 10.000 orang –atau hampir dua pertiga populasi- tak terdengar lagi kabarnya sejak tsunami menyapu wilayah itu. Demikian disampaikan seorang jubir pemerintah.

Di kota Soma, sekitar sepertiga wilayahnya tersapu gelombang. Tiga distrik di kota pesisir itu kini ditutupi puing. “Semua keluarga saya tewas.Tersapu” kata Atsushi Shishito, seorang warga. Ia tampak linglung sambil duduk di fondasi beton yang dulu merupakan rumahnya.
sumber: http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/11/03/14/169244-diperkirakan-10000-orang-tewas

Gempa Jepang Sebabkan Bumi Berputar Lebih Cepat?

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA- Gempa bumi besar yang melanda timur laut Jepang Jumat (Maret 11) telah dipersingkat panjang hari bumi. Demikian pendapat para ilmuwan seperti dilaporkan Space.com.

Sebuah analisis baru dari gempa bumi berkekuatan 8,9 skala Richter di Jepang telah menemukan bahwa gempa kuat telah mempercepat putaran bumi serta memperpendek panjang hari 24 jam sebesar 1,8 mikrodetik, menurut ahli geofisika Richard Gross di Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California.

Perhitungan kasar memperkiraannya dampak gempa Jepang - yang sebelumnya disebut menyebabkan pemendekan 1.6-mikrodetik hari - menyebabkan perdistribusian massa planet.

"Dengan mengubah distribusi massa bumi, gempa bumi Jepang telah menyebabkan bumi berputar sedikit lebih cepat, memperpendek panjang hari sekitar 1,8 mikrodetik," kata Gross seperti dikutip Space.com.

Satu hari di bumi sekitar 24 jam, atau 86.400 detik, lamanya. Selama setahun, panjangnya bervariasi sekitar satu milidetik, atau 1.000 mikrodetik, karena variasi musiman dalam distribusi massa planet.

Data awal menunjukkan gempa Jumat telah memindahkan pulau utama Jepang sekitar 8 kaki, menurut Kenneth Hudnut dari US Geological Survey. Gempa bumi juga bergeser poros bumi sekitar 6,5 inci (17 cm).

Angka sumbu bumi adalah tidak sama dengan sumbu utara-selatan di ruang angkasa, yang berputar sekali setiap hari dengan kecepatan sekitar 1.000 mph (1.604 kph). Sumbu bumi adalah poros di mana massa bumi seimbang dan sumbu utara-selatan sekitar 33 kaki (10 meter).

"Pergeseran posisi sumbu angka akan menyebabkan bumi bergetar sedikit berbeda seperti rotasi, tapi tidak akan menyebabkan pergeseran poros bumi di angkasa - hanya kekuatan eksternal seperti gravitasi bulan, matahari, dan planet yang bisa melakukannya," kata Gross.

Ini bukan pertama kalinya gempa bumi yang dahsyat telah mengubah panjang hari bumi. Gempa 8,8 SR di Chile tahun lalu juga mempercepat rotasi planet menyingkat hari 1,26 mikrodetik. Gempa 9,1 SR di Aceh pada tahun 2004 mempersingkat hari dengan 6,8 mikrodetik.

Gempa 11 Maret merupakan gempa yang terbesar yang pernah tercatat di Jepang dan merupakan gempa terbesar kelima dunia sejak tahun 1900. Gempamelanda lepas pantai sekitar 231 mil (373 kilometer) timur laut Tokyo dan 80 mil (130 km) timur kota Sendai, dan menciptakan tsunami dahsyat yang telah menghancurkan wilayah pesisir timur laut Jepang. Sedikitnya 20 gempa susulan berkekuatan 6.0 atau lebih tinggi telah mengikuti gempa utama.

"Secara teori, apa pun yang mendistribusikan kembali massa bumi akan mengubah rotasi bumi," kata Gross. "Jadi pada prinsipnya gempa susulan yang lebih kecil juga akan memiliki efek pada rotasi bumi. Tapi karena gempa susulan lebih kecil, maka efeknya juga akan lebih kecil."
sumber: http://www.republika.co.id/berita/trendtek/sains/11/03/14/169193-gempa-jepang-sebabkan-bumi-berputar-lebih-cepat

Sabtu, 12 Maret 2011

10.000 Penduduk Kota Kecil di Prefektur Miyagi Masih Hilang


REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO - Sebanyak 10.000 orang belum ditemukan di kota pelabuhan Minamisanriku di prefektur yang diguncang gempa di Miyagi, Jepang. Kabar terkini dilaporkan stasiun siaran publik NHK, Sabtu (12/3).

Jumlah tersebut adalah lebih separuh populasi kota kecil di pantai Pasifik tersebut yang berjumlah total 17.000 jiwa, kata NHK. Pemerintah lokal berusaha menemukan mereka dengan bantuan Pasukan Bela-Diri Jepang, kata media elektronik itu.

Pihak berwenang sejauh ini telah mengkonfirmasi sebanyak 7.500 orang diungsikan ke 25 gtempat perlindungan setelah gempa Jumat (11/3), tapi mereka belum bisa menghubungi 10.000 orang lagi.

Berikut adalah perkembangan utama setelah gempa 8,9 pada skala Richter mengguncang Jepang timur-laut pada Jumat dan memicu tsunami.

* Lebih dari 1.700 diduga tewas atau hilang akibat gempa dan tsunami, demikian laporan kantor berita Kyodo.

* Kebocoran radiasi dari pembangkit listrik tenaga nuklir yang rusak setelah ledakan menerbangkan atapnya, menimbulkan kekhawatiran mengenai kehancuran instalasi di sebelah utara ibukota Jepang, Tokyo, itu.

* Kepala Sekretaris Kabinet Yukio Edano mengatakan terjadi ledakan dan ada kebocoran radiasi di instalasi listrik tenaga nuklir Tokyo Electric Power Co (TEPCO) Fukushima pada Sabtu, tapi bukan di dalam kontainer reaktor. Ia mengatakan tak ada perubahan besar pada tingkat radiasi setelah ledakan tersebut.

* Sebelumnya Jepang memperingatkan mengenai kehancuran pada reaktor nuklir yang rusak setelah gempa, tapi menyatakan resiko pencemaran radiasi kecil.

* Kantor berita Jiji melaporkan tiga pekerja menderita akibat terpapar radiasi di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima.

* Pemerintah mengungsikan puluhan ribu warga dari daerah di dekat dua pembangkit listri tenaga nuklir di prefektur Fukushima, sekitar 240 kilometer di sebelah utara Tokyo, saat mereka berusaha mengurangi tekanan di reaktor di sana.
Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
sumber: http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/11/03/12/168999-10000-penduduk-kota-kecil-di-prefektur-miyagi-masih-hilang

gempa-jepang-geser-poros-bumi-sejauh-4-inci

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO - Gempa bumi kuat disertai tsunami pada Jumat tak hanya meluluhlantakkan pesisir Jepang. Menurut US Geological Survey (USGS), gempa ini telah memindahkan pulau utama Jepang sejauh 2,4 meter dan me mengalihkan bumi dari porosnya.

"Pada titik ini, kita tahu bahwa salah satu stasiun GPS pindah sejauh 8 kaki (2,4 meter), dan kita telah melihat peta dari GSI (Geospatial Information Authority) di Jepang menunjukkan pola pergeseran atas area yang luas konsisten dengan pergeseran di daratan, "kata Kenneth Hudnut, seorang ahli geofisika dengan US Geological Survey (USGS).

Laporan dari National Institute of Geophysics and Volcanology di Italia memperkirakan gempa berkekuatan 8,9 pada skala Ritchter telah menggeser bumi pada porosnya dengan hampir 4 inci (10 cm).

Gempa, yang melanda Jumat sore di dekat pantai timur Jepang, menewaskan ratusan orang. Air setinggi 30 kaki menyapu sawah, menelan seluruh kota, menyeret rumah ke jalan raya, dan melemparkan mobil dan kapal seperti mainan. Di beberapa bagian, gelombang tinggi itu masuk hingga sejauh 10 km ke daratan di Prefektur Miyagi di pantai timur Jepang.

Gempa kali ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah Jepang dengan mengantarkan gelombang tsunami melintasi Samudera Pasifik, memicu peringatan tsunami untuk 50 negarahingga pantai barat Kanada, Amerika Serikat, dan Chile. Gempa memicu lebih dari 160 gempa susulan dalam 24 jam pertama - 141 berkekuatan 5,0 skala Richter atau lebih.

Gempa itu terjadi akibat kerak bumi pecah di sepanjang wilayah seluas 64 ribu km2 karena lempeng tektonik tergelincir lebih dari 18 meter, kata Shengzao Chen, seorang ahli geofisika USGS.

Jepang terletak di sepanjang "cincin api" Pacific, area aktivitas seismik dan vulkanik yang tinggi, yang membentang dari Selandia Baru di Pasifik Selatan, melalui Jepang, menyeberang ke Alaska dan ke pantai barat Utara dan Amerika Selatan. Gempa itu "ratusan kali lebih besar" dari gempa tahun 2010 yang melanda Haiti, kata Jim Gaherty dari LaMont-Doherty Earth Observatory di Columbia University.

Gempa Jepang adalah kekuatan mirip dengan gempa bumi 2004 di Indonesia yang memicu tsunami yang menewaskan lebih dari 200 ribu orang di lebih dari selusin negara di sekitar Samudera Hindia. "Tsunami itu dikirim kira-kira sebanding dalam hal ukuran," kata Gaherty.

Gempa Jepang datang hanya beberapa minggu setelah gempa 6,3 SR melanda Christchurch pada tanggal 22 Februari, menumbangkan bangunan bersejarah dan menewaskan lebih dari 150 orang. Jangka waktu dari dua gempa telah menimbulkan pertanyaan apakah kedua insiden terkait, tetapi para ahli mengatakan bahwa jarak antara kedua insiden menafikannya. "Saya akan berpikir koneksi sangat tipis," ujar Prof Stephan Grilli, laut profesor teknik di University of Rhode Island.
sumber:http://www.republika.co.id/berita/trendtek/sains/11/03/13/169005-gempa-jepang-geser-poros-bumi-sejauh-4-inci

Jumat, 11 Maret 2011

Gempa dan Tsunami Jepang

Seorang ahli gempa jepang pernah berkata. earthquake didn't kill peoples, bad building did it. Terlihat dari gempa Jepang yang baru terjadi, data korban tewas hanya belasan orang, padahal diguncang gempa dan tsunami terbesar dalam 1,5 abad terakhir. Bandingkan dengan gempa yang terjadi di Indonesia, semisal gempa dan tsunami Aceh, gempa sumbar, meelan korban sampai ribuan